Estafet Kepemimpinan LAZ PERSIS Berlanjut, Heri Solehudin Terima SK Tasykil sebagai Direktur Utama
Rabu, (26/08/2026) KOTA BANDUNG - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Tasykil kepengurusan baru Lembaga Amil Zakat Persatuan Islam (LAZ PERSIS) kepada Heri Solehudin, S.E., sebagai Direktur Utama LAZ PERSIS. Penyerahan SK tersebut menjadi bagian penting dari keberlanjutan estafet kepemimpinan sekaligus penguatan ikhtiar LAZ PERSIS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat.
Penetapan Heri Solehudin sebagai Direktur Utama hadir dalam momentum penting bagi LAZ PERSIS. Sebelumnya, Direktur Utama LAZ PERSIS Angga Nugraha, S.Kom.I., wafat pada 29 Juli 2026 setelah menjalani perawatan karena sakit. Kepergian Angga meninggalkan duka bagi keluarga besar PERSIS sekaligus catatan pengabdian dalam perjalanan LAZ PERSIS membangun gerakan zakat dan pemberdayaan umat.
Penyerahan SK tersebut sekaligus menandai dimulainya babak baru kepemimpinan LAZ PERSIS. Amanah ini tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan tata kelola kelembagaan, tetapi juga memastikan gerakan zakat tetap tumbuh sebagai kekuatan sosial yang mampu menjawab berbagai persoalan umat.
Ketua Umum PP PERSIS KH. Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa amanah kepemimpinan di lingkungan jam’iyyah harus berorientasi pada kemanfaatan yang nyata bagi umat.
“Amanah ini bukan semata-mata jabatan, tetapi tanggung jawab untuk memastikan LAZ PERSIS semakin kuat dalam melayani umat, mengelola zakat secara profesional, dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kami berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan kebaikan yang telah dibangun sekaligus menghadirkan inovasi dan penguatan kelembagaan ke depan,” amanat Ustadz Jeje.
Harapan tersebut sejalan dengan prinsip yang pernah ditegaskan Ketua Umum PERSIS bahwa tasykil ideal harus mampu menghadirkan perubahan dan manfaat yang nyata bagi jam’iyyah dan umat. Kepemimpinan juga dituntut memiliki kemampuan, integritas, loyalitas, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menerima amanah dan tanggung jawab organisasi.
Bagi Heri Solehudin, amanah sebagai Direktur Utama LAZ PERSIS merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan melanjutkan fondasi yang telah dibangun para pendahulu.
“LAZ PERSIS memiliki perjalanan panjang dan telah membangun kepercayaan umat. Tugas kami ke depan adalah menjaga kepercayaan tersebut, memperkuat profesionalisme pengelolaan zakat, serta memastikan gerakan zakat di jamiyah Persatuan Islam semakin kuat,” tutur Kang Heri.
Kang Heri juga berharap LAZ PERSIS ke depan dapat semakin adaptif dalam menjawab persoalan sosial yang berkembang. Pengelolaan zakat tidak cukup berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi perlu terus diarahkan pada pemberdayaan agar mustahik memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mencapai kemandirian.
“Kami ingin LAZ PERSIS semakin dekat dengan umat. Penguatan program, tata kelola, kolaborasi, dan kapasitas amil akan menjadi bagian penting dari langkah kami ke depan,” tambah Kang Heri.
Komitmen terhadap profesionalisme tersebut menjadi semakin relevan karena LAZ PERSIS sebelumnya juga terus mendorong peningkatan kompetensi amil. Pada Juli 2026, sebanyak 36 amil LAZ PERSIS mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola lembaga agar semakin profesional, amanah, dan berorientasi pada pelayanan umat.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak mengubah arah besar LAZ PERSIS sebagai lembaga filantropi Islam yang menjadikan zakat sebagai instrumen pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan jaringan layanan yang terus dikembangkan, LAZ PERSIS memiliki peluang untuk memperluas penghimpunan sekaligus memperkuat pendayagunaan dana ZIS di berbagai wilayah.
Pengalaman LAZ PERSIS dalam mengembangkan jejaring daerah juga menunjukkan pentingnya penguatan ekosistem kelembagaan. Pada 2024, misalnya, LAZ PERSIS membentuk dan melantik Kantor Perwakilan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya memperluas layanan zakat dan kontribusi terhadap kesejahteraan umat di daerah.
Ke depan, kepemimpinan Heri Solehudin diharapkan mampu membawa LAZ PERSIS pada fase penguatan baru, LAZ PERSIS yang lebih profesional dalam tata kelola, lebih inovatif dalam program, lebih luas dalam kolaborasi, dan lebih nyata dalam menciptakan dampak sosial.
Estafet kepemimpinan tersebut pada akhirnya bukan sekadar pergantian figur, melainkan ikhtiar untuk memastikan amanah zakat terus bergerak dari kepercayaan menjadi kemanfaatan, dari bantuan menjadi pemberdayaan, dan dari kepedulian menjadi kemandirian umat.
bagi yang hendak menunaikan zakat, bisa langsung ditunaikan di sini: Layanan Zakat