Ekosistem Program Pendidikan LAZ PERSIS: Inklusif, Berdampak, dan Berkelanjutan


Penulis: Muhammad Nur Rahman
07 Feb 2026
Bagikan:
By: Muhammad Nur Rahman
07 Feb 2026
136 kali dilihat

Bagikan:

lazpersis.or.id - Pendidikan merupakan salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus mata rantai kemiskinan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat, khususnya dari kelompok rentan yang menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan yang layak. Hambatan tersebut tidak hanya berupa keterbatasan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial, geografis, serta kondisi disabilitas yang sering kali membuat akses pendidikan semakin sulit dijangkau. Kondisi ini berisiko menimbulkan ketimpangan pendidikan yang berkepanjangan dan berdampak pada rendahnya kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.

Merespons tantangan tersebut, LAZ PERSIS menyusun Program Pendidikan sebagai sebuah upaya strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan. Program pendidikan LAZ PERSIS dirancang agar mampu menjawab kebutuhan kelompok rentan lintas usia dan kondisi, sekaligus memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat. Program ini juga diselaraskan dengan arah pembangunan global melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 1 tentang Pengurangan Kemiskinan, serta SDG 10 tentang Pengurangan Ketimpangan.

Secara konseptual, program pendidikan LAZ PERSIS dibangun dalam kerangka “ekosistem pendidikan”, yaitu sebuah pendekatan yang mengintegrasikan bantuan akses, penguatan kapasitas penerima manfaat, serta penguatan lingkungan belajar. Pendekatan ini menjadi penting karena permasalahan pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya dengan bantuan biaya pendidikan. Banyak peserta didik dari keluarga rentan yang menghadapi tantangan berlapis, mulai dari keterbatasan sarana belajar, minimnya dukungan psikososial, hingga rendahnya motivasi belajar karena tekanan ekonomi keluarga. Oleh sebab itu, program pendidikan perlu hadir secara lebih komprehensif dan berkesinambungan.

Pada aspek akses pendidikan, LAZ PERSIS menjalankan beberapa program utama, di antaranya Program Beasiswa Arruhama untuk jenjang SD hingga SMA, Program Beasiswa A. Hassan Scholarship Center (AHSC) untuk jenjang S1 hingga S3, serta Program Beasiswa Inklusif bagi lansia, difabel, dan tunanetra.

Selain itu, terdapat program berbagi paket perlengkapan sekolah yang meliputi seragam, sepatu, tas, dan alat tulis sekolah. Seluruh program ini berperan sebagai pintu masuk utama agar kelompok rentan dapat mengakses pendidikan secara lebih layak, mengurangi risiko putus sekolah, serta meningkatkan kesiapan belajar peserta didik. Pada tahap ini, pendekatan inklusif menjadi prinsip utama, di mana program tidak membatasi penerima manfaat berdasarkan identitas tertentu, melainkan berdasarkan kebutuhan dan tingkat kerentanan.

Namun, akses pendidikan saja tidak cukup untuk menciptakan perubahan yang nyata. Oleh karena itu, LAZ PERSIS juga menjalankan program pembinaan bagi anak asuh Arruhama dan mahasiswa penerima beasiswa AHSC.

Pembinaan ini dirancang sebagai penguat dampak program dengan fokus pada pengembangan karakter, spiritualitas, soft skill, kepemimpinan, serta motivasi belajar. Pembinaan menjadi elemen penting karena penerima manfaat, terutama dari latar belakang rentan, sering kali menghadapi tantangan psikososial, seperti rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan jejaring sosial, dan minimnya figur teladan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, program pendidikan tidak hanya membantu penerima manfaat bertahan dalam proses belajar, tetapi juga menumbuhkan kapasitas diri agar mereka dapat berkembang dan mandiri.

Selain penerima manfaat langsung, LAZ PERSIS juga memperkuat ekosistem pendidikan melalui program insentif bagi guru honorer di wilayah pelosok. Program ini didasarkan pada pemahaman bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada peserta didik, tetapi juga pada keberlangsungan proses belajar mengajar dan peran guru sebagai pilar utama pendidikan. Guru honorer di wilayah terpencil sering menghadapi keterbatasan kesejahteraan dan minimnya dukungan fasilitas sehingga berpotensi memengaruhi keberlangsungan pengabdian mereka. Dengan memberikan insentif, LAZ PERSIS turut menjaga stabilitas pendidikan di wilayah pelosok, memperkuat layanan pendidikan, dan memberi dampak pada banyak peserta didik sekaligus.

Jika ditinjau melalui kerangka manajemen program, ekosistem pendidikan LAZ PERSIS menghasilkan alur perubahan yang jelas. Pada tahap input, program disiapkan melalui dana zakat, infak, dan sedekah, sistem seleksi dan verifikasi, pendampingan, modul pembinaan, serta mekanisme monitoring. Tahap output terlihat dari tersalurnya beasiswa, perlengkapan sekolah, insentif guru, serta terlaksananya pembinaan. Tahap outcome ditandai oleh meningkatnya keberlangsungan pendidikan penerima manfaat, menurunnya risiko putus sekolah, meningkatnya kapasitas dan kemandirian peserta, serta membaiknya stabilitas lingkungan belajar di wilayah

 

sasaran. Pada tahap impact, program ini diharapkan berkontribusi dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya, sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam pengurangan kemiskinan dan ketimpangan pendidikan.

Dengan demikian, program pendidikan LAZ PERSIS bukan hanya sekadar rangkaian kegiatan bantuan, melainkan sebuah strategi sosial yang terencana. Program ini menggabungkan akses, pembinaan, dan penguatan ekosistem dalam satu alur yang saling melengkapi. Bagi calon donatur, program ini memberikan jaminan bahwa setiap dukungan yang diberikan tidak hanya menghasilkan manfaat langsung, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan perubahan yang lebih berkelanjutan. Pendidikan yang dibangun melalui pendekatan ini tidak hanya menolong individu, tetapi juga memperkuat keluarga dan masyarakat dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, besar harapan Program Pendidikan LAZ PERSIS dapat menjadi bagian dari ikhtiar kolektif dalam membangun peradaban yang lebih baik melalui pendidikan. Melalui program yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan, LAZ PERSIS berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang lebih adil dan berkualitas bagi kelompok rentan. Semoga setiap langkah dalam program ini menjadi jalan kebaikan yang membawa keberkahan, serta melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu berkontribusi bagi umat dan bangsa.

Yuk, dukung terwujudnya pendidikan berkeadilan dengan infak terbaik di link ini: Infak Program Pendidikan

Dukung juga gerakan kesejahteraan umat melalui zakat di link ini: Gerakan Bayar Zakat


Baca Juga:

Bedah Buku “Jejak Perjuangan Pelita Harapan” Perkuat Pembinaan Penerima Beasiswa ‎AHSC

BAZNAS RI dan PP PERSIS Perkuat Komitmen Kerja Sama Program Beasiswa AHSC

LAZ PERSIS Kembali Raih Penghargaan di Indonesia Fundraising Award

 

Penulis: Muhammad Nur Rahman
Tags: lazpersis beasiswa pendidikan miskin

Berita Lainnya

Mitra LAZ Persatuan Islam
WhatsApp