MERUBAH GAYA HIDUP LEBIH BERKUALITAS DENGAN MENGOLAH SAMPAH DI RUMAH


Penulis: Cery Riksanegri
13 Sep 2023
Bagikan:
By: Cery Riksanegri
13 Sep 2023
182 kali dilihat

Bagikan:

Sampah adalah hal yang tidak bisa kita hindari, terutama sampah rumah tangga yang bisa menghasilkan beberapa jenis sampah.

jika tidak dikelola dengan baik, maka sampah rumah tangga ini bisa berbahaya, sama hal nya dengan pabrik-pabrik "nakal" yang membuang limbah ke sungai.

Sampah plastik yang kerap kali ada di sampah rumah tangga merupakan pokok masalah yang harus ssgera ditangani. karena plastik merupakan sampah yang sulit untuk di urai.

Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Ir. Nurul Hidayati Fithriyah, S.T., M.Sc., Ph.D., menjelaskan

“Mungkin satu item plastik membutuhkan waktu penguraian di alam ratusan ribu hingga jutaan hari,” ungkap Nurul.

Penggunaan plastik sekali pakai memang sangat tidak direkomendasikan. Maka dari itu muncul beragam alternatif untuk mengisi peran plastik misalnya penggunaan material lain yang lebih ramah lingkungan.

Inovasi membuat plastik dari bahan alami yang mudah diurai banyak bermunculan yang dikenal dengan nama plastik biodegradable.

Sesuai dengan namanya, plastik ini mudah diurai oleh mikroorganisme karena terbuat dari bahan-bahan alami misalnya selulosa, kolagen, protein, polisakrida dan polimer-polimer alami lainnya.

“Maka itu bisa langsung diuraikan oleh mikroorganisme di tanah atau di perairan umumnya jadi karbon dioksida (CO2) dll. sepenuhnya jadi tidak membentuk polutan mikroplastik,” katanya.

 

Lalu bagaimana dengan sampah makanan? apa yang terjadi jika sampah makanan tidak dikelola dengan baik?

Sampah makanan dapat dibagi menjadi 2 kategori yaitu sisa makanan akibat penyajian yang berlimpah akibat budaya berlebihan  dari masyarakat urban atau kita sebut dengan “left over”, dan sisa makanan yang terjadi akibat kesalahan perencanaan dan manajemen baik yang masih layak dikonsumsi ataupun tidak atau kita sebut dengan “food waste”.

Keduanya adalah sampah yang berbahaya bagi lingkungan karena mengandung komposisi kimia yang tidak dapat didaur ulang.

Jika sampah makanan membusuk, ia akan melepaskan emisi gas rumah kaca yang tidak bisa diabaikan begitu saja ketika jumlahnya mencapai puluhan ton.

 

Sampah sisa makanan adalah salah satu jenis sampah yang cukup berpengaruh terhadap perubahan iklim.

Untuk itu, diperlukan cara tertentu untuk mengurangi sampah sisa makanan agar tak membawa dampak buruk bagi lingkungan.

Lalu bagaimana mengurangi sampah makanan agar tidak terbuang percuma dan mencemari lingkungan.

Sampah makanan memang tidak hanya berasal dari rumah tangga saja, melainkan juga dari pasar, restoran, hingga perusahaan besar yang tidak bisa dikendalikan dengan mudah.

Mulai sekarang, cobalah untuk mengurangi sampah makanan dari Anda sendiri.

Dengan mengurangi sampah sisa makanan sendiri, Anda berkontribusi terhadap pengurangan limbah makanan, bahkan menghemat pengeluaran.

Berikut ini beberapa cara mengurangi sampah sisa makanan yang ada di rumah:

1. Berbelanja dengan bijak

Salah satu cara mengurangi sampah sisa makanan yang cukup efektif adalah berbelanja dengan bijak. Sebagian besar orang mungkin merasa

bahwa berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka secara grosiran adalah cara yang efektif. Padahal, jika kita tidak hati-hati cara tersebut terkadang hanya akan membuang lebih banyak stok makanan dan minuman.

 

Misalnya, membeli roti dalam jumlah banyak tapi karena lupa makanan tersebut masih tersimpan rapi di dalam lemari, hingga berjamur dan sudah tidak bisa dikonsumsi kembali.

Academy of Nutrition and Dietetics memberikan beberapa tips di bawah ini untuk mengurangi sampah sisa makanan lewat belanja bulanan:

 

2. Beli apa yang Anda butuhkan.

Buat daftar apa saja barang yang harus dibelanjakan. Beli produk fresh, seperti daging atau ikan segar sesaat sebelum ke kasir. karena ikan dan daging yang tidak fresh cenderung lebih cepat busuk dan tidak bisa disimpan lama.

 

3. Menyimpan makanan dengan baik

Cara lain untuk mengurangi sampah sisa makanan adalah menyimpan makanan dengan baik.  Hal ini dikarenakan ketika Anda

tidak menyimpan makanan di tempat yang seharusnya, makanan tersebut lebih cepat basi.

Misalnya, Anda meletakkan daging mentah dan buah-buahan dalam satu tempat yang sama.

Hal tersebut ternyata bisa membuat buah-buahan Anda menjadi terkontaminasi oleh bakteri yang berasal dari daging sehingga lebih cepat busuk.

 

4. Perhatikan suhu lemari pendingin.

Hal ini jangan sampai luput dari perhatian, karena pada suhu tertentu bakteri dan jamur masih bisa tumbuh di makanan Anda.

Jika anda menyimpan makanan di lemari pendingin dengan suhu terjaga stabil disertai tempat dan penyimpanan yang baik sesuai kebutuhan, yang baik maka Anda pun menjadi lebih hemat dan tidak menyia-nyiakan bahan makanan.

 

5. Membuat kompos dari sisa makanan

Tidak hanya memperhatikan cara menyimpan makanan dan berbelanja dengan cermat, sampah sisa makanan bisa dikurangi dengan diubah menjadi pupuk.

 Selain berguna untuk tanaman Anda, cara ini ternyata cukup ampuh untuk mengurangi sampah sisa makanan yang terbuang dengan percuma.

Mungkin Anda berpikir bahwa untuk membuat pupuk membutuhkan taman atau ruang yang besar di luar ruangan. Namun, ternyata Anda bisa membuat kompos dari sisa makanan di meja dalam rumah Anda sendiri.

Anda bisa mulai dengan membuat kompos dari sisa sayuran, kopi, atau teh. Dengan begitu, Anda membuat perbedaan yang cukup nyata dalam mengurangi jumlah limbah makanan.

 

Sumber info: berbagai sumber 

Sumber foto: google 

Penulis: Cery Riksanegri
Tags: daur ulang sampah sampah plastik sampah organik sampah rumah tangga

Berita Lainnya

Mitra LAZ Persatuan Islam