Indahnya Wajah Islam Tampak Melalui Adabnya terhadap Hewan Qurban
lazpersis.or.id - Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan yang identik dengan gema takbir dan penyembelihan hewan Qurban. Lebih dari itu, Idul Adha adalah momentum agung yang mengajarkan tentang ketundukan total kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, keikhlasan berkorban, dan kepedulian sosial terhadap sesama manusia.
Pada hari-hari itulah, umat Islam berlomba mendekatkan diri kepada Allah melalui Ibadah Qurban. Umat Islam berusaha mempersembahkan hewan terbaik yang dimilikinya untuk disembelih.
Namun, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian sebagian orang, yakni Islam tidak hanya mengatur apa yang diqurbankan, tetapi juga bagaimana memperlakukan hewan Qurban tersebut. Bahkan dalam proses penyembelihan sekali pun, Islam hadir membawa nilai rahmat, kelembutan, dan akhlak mulia.
Inilah yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kasih sayang terhadap seluruh makhluk. Hewan memang ditundukkan untuk kepentingan manusia, tetapi bukan berarti manusia boleh memperlakukan mereka secara semena-mena.
Dalam syariat Islam, hewan tetap memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik, tidak disakiti, tidak dizalimi, dan tidak diperlakukan secara kasar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan memberikan perhatian besar terhadap adab kepada hewan. Beliau bersabda:
“Tidakkah sampai berita kepada kalian bahwa aku melaknat orang yang memberi tanda (yang menyakitkan) pada wajah binatang ternak atau memukul binatang ternak itu pada wajahnya.”
(H.R. Abu Daud, disahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Hadis ini menunjukkan betapa Islam sangat menolak segala bentuk kekerasan dan perlakuan menyakitkan terhadap hewan. Maka, seseorang yang hendak berqurban sejatinya sedang diuji bukan hanya ketakwaannya kepada Allah, tetapi juga kelembutan akhlaknya kepada makhluk hidup.
Hewan Kurban Harus Memenuhi Ketentuan Syariat
Islam mengatur bahwa hewan Qurban harus memenuhi syarat usia tertentu agar layak dijadikan Ibadah Qurban, yaitu:
- Domba minimal berumur 1 tahun
- Kambing minimal berumur 2 tahun
- Sapi atau kerbau minimal berumur 2 tahun
- Unta minimal berumur 5 tahun
Ketentuan ini menunjukkan bahwa Islam menghendaki hewan Qurban yang matang, sehat, dan berkualitas. Sebab, Qurban bukan sekadar formalitas penyembelihan, melainkan simbol pengorbanan terbaik seorang hamba kepada Rabb-nya.
Memilih Hewan Qurban Terbaik
Di antara adab penting dalam berqurban adalah memilih hewan yang sehat dan terbaik. Hewan yang cacat, sakit parah, atau sangat kurus tidak layak dijadikan kurban. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan Qurban, yakni buta sebelah yang jelas kebutaannya, sakit yang jelas sakitnya, pincang yang jelas pincangnya, dan hewan yang sangat kurus hingga tidak bersumsum.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban)
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri memberikan teladan dengan memilih hewan Qurban yang baik dan bagus dipandang. Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan:
ضَحَّى النَّبِيُّ ﷺ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berqurban dengan dua ekor kibas yang bagus dan bertanduk.”
Hal ini mengajarkan bahwa ibadah kepada Allah semestinya dilakukan dengan memberikan yang terbaik, bukan sisa atau yang paling tidak bernilai.
Merawat Hewan Qurban dengan Baik
Sebelum hari penyembelihan tiba, hewan Qurban juga harus dirawat dengan baik. Diberi makan yang cukup, minum yang layak, tempat yang bersih, dan tidak diperlakukan kasar. Dalam pandangan Islam, merawat hewan Qurban merupakan bagian dari ibadah dan bentuk penghormatan terhadap syariat Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan agar hewan Qurban dipelihara dengan baik hingga waktu penyembelihan tiba. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak membenarkan perlakuan kasar hanya karena hewan tersebut nantinya akan disembelih.
Di sinilah letak keindahan Islam. Bahkan terhadap hewan yang akan disembelih pun, Islam tetap mengajarkan kasih sayang.
Menjaga Ketenangan Hewan Saat Penyembelihan
Adab Islam dalam penyembelihan sangat luar biasa. Hewan tidak boleh diperlakukan dengan cara yang membuatnya stres, ketakutan, atau tersiksa. Pisau tidak boleh diasah di depan hewan. Hewan lain juga tidak boleh menyaksikan proses penyembelihan temannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan kepada segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan memberikan kenyamanan kepada hewan sembelihannya.” (H.R. Muslim)
Perhatikan betapa agungnya ajaran Islam. Bahkan pada momen penyembelihan sekali pun, yang ditekankan bukan sekadar sahnya proses, tetapi juga hadirnya ihsan, yaitu berbuat baik dengan penuh tanggung jawab dan belas kasih.
Menyembelih dengan Cara yang Profesional dan Benar
Islam juga mengajarkan bahwa penyembelihan harus dilakukan oleh orang yang memahami tata cara penyembelihan secara benar. Pisau harus tajam agar proses berlangsung cepat dan tidak menyiksa hewan.
Dalam hadis riwayat Sahih Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan meminta agar pisau diasah terlebih dahulu sebelum digunakan menyembelih.
Ini menjadi pelajaran penting bahwa ibadah Qurban bukan pekerjaan asal-asalan. Ada tanggung jawab syariat, etika, dan profesionalitas yang harus dijaga.
Dengan demikian, Ibadah Qurban bukan hanya tentang darah yang mengalir atau daging yang dibagikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dan keikhlasan hamba-Nya.
Ketika seseorang memperlakukan hewan Qurban dengan penuh kasih sayang, menjaga adab penyembelihan, dan melaksanakan syariat dengan benar, maka sejatinya ia sedang menunjukkan kemuliaan akhlak Islam.
Ibadah Qurban mengajarkan manusia untuk:
- taat kepada Allah;
- peduli kepada sesama;
- menghormati makhluk hidup; dan
- menumbuhkan hati yang lembut dan penuh rahmat.
Karena itu, semakin benar cara seseorang memperlakukan hewan Qurbannya, semakin tampak pula kualitas ketakwaan dan kemanusiaannya.
Sebab Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan tanpa adab. Bahkan di saat penyembelihan sekali pun, Islam tetap menghadirkan rahmat bagi seluruh alam.
Yuk, dukung program sebar Qurban di pelosok Indonesia dengan cara daftar di sini: Daftar Qurban 2026
Jika hendak menunaikan zakat, bisa langsung di sini: Bayar Zakat
Baca Juga:
Ganjaran dari Allah bagi Mereka yang Berqurban
Rahasia Menuju Puncak Kebaikan Berdasar Surat Ali Imran Ayat 92
Panduan Sempurna Memilih Hewan Qurban