Mengapa Kita Perlu Berqurban di Pelosok Indonesia?
lazpersis.or.id - Hari Raya Idul Adha bukan sekadar momentum penyembelihan hewan Qurban. Lebih dari itu, ia adalah simbol ketundukan kepada Allah Swt., pengorbanan, kepedulian sosial, dan pemerataan kebahagiaan di tengah umat Islam. Sayangnya, dalam praktiknya, distribusi hewan kurban sering kali menumpuk di daerah perkotaan, sementara banyak saudara kita di pelosok Indonesia justru jarang menikmati daging Qurban, bahkan mungkin hanya sekali dalam setahun.
Padahal, semangat Qurban dalam Islam bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang luas bagi umat. Karena itulah, menyalurkan Qurban ke daerah-daerah pelosok memiliki landasan syar’i yang kuat sekaligus relevan dengan kondisi sosial masyarakat hari ini.
1. Qurban Adalah Ibadah yang Mengandung Dimensi Sosial
Allah Swt. berfirman:
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
“Makanlah sebagian darinya dan berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (Q.S. al-Hajj: 28)
Ayat ini menunjukkan bahwa Qurban tidak berhenti pada ritual penyembelihan, tetapi harus menghadirkan manfaat sosial. Daging Qurban diperintahkan untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Maka, semakin besar manfaat yang dirasakan oleh kaum dhuafa, semakin besar pula nilai sosial dari ibadah Qurban tersebut.
Di banyak daerah pelosok, masih ada masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Tidak sedikit keluarga yang sangat jarang menikmati makanan bergizi, termasuk daging. Karena itu, mengirimkan hewan Qurban ke pelosok sejatinya adalah upaya menghadirkan keadilan sosial dan kebahagiaan yang lebih merata di Hari Raya Idul Adha.
2. Islam Mengajarkan Kepedulian kepada Sesama Muslim
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan peduli bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa umat Islam tidak boleh hidup dengan kepedulian yang sempit. Kita tidak cukup hanya memikirkan lingkungan sekitar yang sudah berkecukupan, sementara di tempat lain ada saudara-saudara Muslim yang hidup dalam kekurangan.
Qurban di pelosok adalah bentuk nyata ukhuwah Islamiyah. Ia mempertemukan hati antara mereka yang diberi kelapangan rezeki dengan mereka yang sedang hidup dalam keterbatasan. Dari kota menuju desa terpencil, dari pusat menuju pinggiran, Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan harus dirasakan bersama.
3. Menebar Manfaat Lebih Dicintai Allah
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (H.R. Ahmad)
Salah satu prinsip penting dalam syariat adalah menghadirkan maslahat yang lebih luas. Dalam konteks kurban, tentu sangat baik ketika hewan Qurban disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan jarang mendapatkan distribusi daging.
Di beberapa daerah perkotaan, daging Qurban bahkan kadang berlebih hingga tidak termanfaatkan secara optimal. Sementara di pelosok, masyarakat menyambut daging Qurban dengan penuh rasa syukur dan haru. Ini menunjukkan bahwa distribusi Qurban ke daerah terpencil bukan hanya soal teknis penyaluran, tetapi bagian dari upaya memaksimalkan manfaat ibadah.
4. Qurban di Pelosok Menjadi Bentuk Dakwah Bil Hal
Islam tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga melalui tindakan nyata. Ketika hewan Qurban hadir di daerah pelosok, masyarakat tidak hanya menerima daging, tetapi juga merasakan perhatian, kepedulian, dan kasih sayang sesama Muslim.
Inilah yang disebut dakwah bil hal, yakni dakwah melalui aksi nyata. Qurban menjadi sarana memperkuat hubungan sosial, menghadirkan semangat persaudaraan, dan membangun kepercayaan umat bahwa Islam benar-benar membawa rahmat bagi seluruh manusia.
5. Indonesia Masih Memiliki Banyak Daerah Minim Distribusi Qurban
Sebagai negara kepulauan yang luas, Indonesia masih memiliki banyak wilayah terpencil, pedalaman, daerah perbatasan, dan pelosok yang minim akses distribusi Qurban. Ada masyarakat yang setiap tahun hanya menjadi penonton Hari Raya Idul Adha tanpa pernah benar-benar merasakan nikmatnya daging Qurban.
Di sinilah semangat pemerataan dalam Islam menjadi sangat penting. Qurban bukan hanya tentang siapa yang menyembelih, tetapi juga tentang siapa yang merasakan manfaatnya.
Qurban Super Barokah (QSB): Ikhtiar Menebar Manfaat hingga Pelosok
Atas dasar itulah, Program Qurban Super Barokah (QSB) yang digulirkan oleh LAZ PERSIS hadir sebagai ikhtiar menghadirkan manfaat Qurban secara lebih luas dan merata.
Program ini tidak sekadar memfasilitasi ibadah Qurban, tetapi juga membawa amanah para mudhahi agar sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya di daerah pelosok, pedalaman, dan wilayah minim distribusi Qurban.
QSB lahir dari semangat bahwa ibadah Qurban harus menjadi jalan hadirnya keberkahan sosial. Bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, memperkuat ukhuwah, membantu masyarakat dhuafa, dan menebarkan syiar Islam hingga ke pelosok negeri.
Karena sejatinya, salah satu keindahan Islam adalah ketika ibadah tidak berhenti menjadi ritual pribadi, tetapi berubah menjadi manfaat yang dirasakan banyak orang. Dan Qurban di pelosok adalah salah satu wujud nyata dari semangat tersebut.
Yuk, simak info program syiar Qurban di pelosok di sini: Qurban di Pelosok
Bagi yang belum menunaikan zakat, bisa langsung ditunaikan di sini: Link Bayar Zakat