lazpersis.or.id - Sahabat, coba tanyakan pada hati kecil kita hari ini, "Sudahkah ada niat dan persiapan untuk berqurban di tahun ini?" Jika Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menitipkan kelapangan rezeki, maka memanjatkan syukur saja tidaklah cukup.
Syukur yang nyata wujudnya adalah pengorbanan. Ya, ibadah Qurban memang menuntut kita untuk merelakan sebagian harta yang kita cintai. Namun, tahukah Sahabat, alangkah ruginya jika harta yang sudah kita keluarkan ternyata tidak bernilai apa-apa di mata Allah hanya karena kita luput memahami makna sejatinya?
Mari kita renungkan sebuah ayat yang sangat indah ini. Allah Ta'ala berfirman:
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
“Daging-daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah. Akan tetapi, yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan di antara kalian...” (Q.S. al-Hajj, 22: 37)
Ayat ini adalah tamparan lembut bagi kita. Ternyata, Allah tidak melihat seberapa besar sapi yang kita beli atau seberapa mahal domba yang kita sembelih. Yang menembus langit dan sampai kepada-Nya hanyalah keikhlasan dan ketakwaan di dalam dada kita.
Mengingat betapa sakralnya ibadah ini, mari kita pastikan Qurban kita tahun ini benar-benar diterima oleh-Nya. Bagaimana caranya? Simak panduan ringan namun sarat makna berikut ini:
Untuk Siapa Kita Berkurban? Mari kita jujur pada diri sendiri. Pernahkah terbesit rasa ingin dipuji sebagai "orang kaya" atau "dermawan" saat panitia menyebutkan nama kita? Sahabat, mari segera bersihkan hati kita. Kurban yang dicampuri rasa pamer (riya) hanya akan menjadi daging biasa, bukan amal saleh. Ingatlah perintah-Nya dalam surah Al-Kautsar: "Fashalli lirabbika wanhar" (Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah). Kuncinya ada pada kata lirabbika—hanya untuk Tuhanmu, bukan untuk pandangan manusia.
Qurban adalah wujud murni tauhid (mengesakan Allah). Hati-hatilah dengan tradisi penyembelihan yang dicampuradukkan dengan niat selain Allah, seperti persembahan tolak bala, tumbal, atau ritual leluhur. Jika niatnya sudah melenceng dari Allah, sebesar apa pun hewan yang disembelih, amalannya akan tertolak.
Pernah mendengar kisah Habil dan Qabil (putra-putra Nabi Adam alaihissalam)? Qurban Habil diterima karena ia mempersembahkan hewan ternak terbaiknya dengan penuh cinta. Sementara Qabil ditolak karena memberikan hasil panen yang buruk dan asal-asalan.
Sahabat, ketika hawa nafsu membisikkan kita untuk mencari hewan Qurban yang “paling murah asal sah”, ingatlah bahwa ini adalah persembahan untuk Sang Pencipta. Pilihlah hewan yang sehat fisiknya, cukup umurnya (unta 5 tahun, sapi 2 tahun, domba 1 tahun), dan paripurna keadaannya. Bukankah Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita?
Semangat saja tidak cukup, ibadah harus didasari ilmu. Pastikan proses Qurban dilakukan sesuai tata cara yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari pemilihan hewan hingga penyembelihan dengan menyebut nama Allah. Mengamalkan sunnah dalam ibadah kurban adalah bukti cinta kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Islam adalah agama kasih sayang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat melarang kita menyiksa hewan Qurban. Pisau harus tajam agar hewan tidak kesakitan, hewan harus diberi makan dan minum sebelum disembelih, dan jangan pernah mengasah pisau atau menyembelih hewan lain di depan mata hewan yang sedang antre. Indah sekali bukan syariat kita?
Ibadah Qurban adalah jembatan kepedulian sosial. Salah satu tujuannya adalah membahagiakan mereka yang mungkin hanya bisa makan daging setahun sekali, para fakir miskin dan dhuafa. Boleh saja kita menikmati beberapa bagian daging Qurban kita, tetapi jangan sampai kita serakah dan memonopoli hasilnya untuk memenuhi kulkas sendiri.
Mari Wujudkan Qurban Terbaik Anda Tahun Ini!
Sahabat, setelah membaca syarat-syarat di atas, mungkin ada di antara Anda yang merasa, “Wah, ternyata menjaga agar Qurban tetap sesuai syariat itu butuh ketelitian ekstra, ya? Apalagi mencari hewan yang benar-benar sehat dan mendistribusikannya kepada yang benar-benar berhak”.
Tenang saja, Anda tidak perlu khawatir. Jika Anda memiliki kesibukan atau keterbatasan akses, LAZ PERSIS siap menjadi perpanjangan tangan kebaikan Anda.
Melalui Program Qurban Super Barokah (QSB), LAZ PERSIS memastikan setiap hewan Qurban Anda dipilih secara teliti (sehat, cukup umur, dan paripurna), disembelih sesuai syariat ketat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan didistribusikan secara tepat sasaran ke pelosok-pelosok daerah yang paling membutuhkan, bukan hanya menumpuk di perkotaan.
Jangan biarkan niat baik Anda menguap begitu saja. Yuk, jadikan Qurban tahun ini sebagai Qurban paling bermakna dalam hidup Anda.
Titipkan amanah Qurban Anda melalui Program Qurban Super Barokah yang digulirkan LAZ PERSIS sekarang juga! Bersama-sama, kita ubah pengorbanan harta menjadi aliran pahala dan jutaan senyum kebahagiaan di seluruh pelosok negeri.
Insya Allah, berkah untuk Anda, membahagiakan untuk mereka!
Yuk, lipatgandakan manfaat Qurban Anda di sini: Daftar Qurban 2026
Bagi yang belum menunaikan zakat, bisa langsung ditunaikan di sini: Link Bayar Zakat
Baca Juga:
Panduan Sempurna Memilih Hewan Qurban: Berikan yang Terbaik untuk Ibadah yang Mulia
Yuk, Cek Apa Saja yang Harus Kita Persiapkan Agar Qurban Semakin Berkah
Program Qurban Super Barokah (QSB) 2026 Digulirkan Guna Mewujudkan Ibadah yang Lebih Bermakna
Penulis: Hafidz Fuad Halimi
Tags:
lazpersis
ibadah
qurban
QSB
qurban super barokah