Menanam Kebaikan Sejak Dini, SDIT Rabbani Galang Dana Kemanusiaan Peduli NTT ‎

Selasa, (08/09/2026) KAB. BANDUNG - Menanamkan kepedulian tidak selalu harus dimulai dengan pelajaran di dalam kelas. Di SDIT Islam Terpadu Rabbani, nilai berbagi justru dikemas melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak, yakni mendongeng dan aksi nyata membantu sesama.

Pada Selasa (08/09/2026), SDIT Rabbani menyerahkan dana kemanusiaan untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui LAZ PERSIS. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SDIT Rabbani, Kp. Pojok, RT 02/RW 01, Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menumbuhkan jiwa dermawan sejak dini kepada peserta didik.

Sebelum penyerahan donasi, para siswa mengikuti sesi mendongeng bersama Kak Hana. Dengan cerita yang menarik dan dekat dengan kehidupan anak-anak, Kak Hana mengajak siswa memahami bahwa berbagi bukan sekadar memberikan sesuatu yang dimiliki, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain yang sedang membutuhkan.

Suasana mendongeng menjadi jembatan antara nilai yang didengar dan tindakan yang dilakukan. Anak-anak tidak hanya diajak memahami arti kebaikan, tetapi juga melihat bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui aksi nyata.

Mendidik Anak untuk Peduli

Di bawah naungan Yayasan Tanoebhakti Persada yang dipimpin Bapak Asep Tanu Wikarta, SDIT Rabbani berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

Ibu Rizqi Maulani selaku Kepala Sekolah SDIT Rabbani yang hadir dalam dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan penggalangan dan penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang ingin ditanamkan kepada siswa sejak usia dini.

Kami ingin anak-anak memahami bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana mereka memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi orang lain. Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh jiwa dermawan dan semangat berbagi dalam diri anak-anak,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial penting karena pengalaman langsung akan membuat nilai kepedulian lebih mudah dipahami dan diingat.

Ketika anak belajar berbagi sejak dini, insyaallah kepedulian itu akan menjadi kebiasaan. Mereka belajar bahwa ada kebahagiaan ketika apa yang kita miliki bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” tambahnya.

LAZ PERSIS Apresiasi Kepedulian Siswa

LAZ PERSIS menyambut baik kepercayaan SDIT Rabbani dalam menyalurkan dana kemanusiaan untuk NTT. Bagi LAZ PERSIS, dukungan dari lingkungan pendidikan memiliki makna yang lebih luas karena di dalamnya terdapat proses pembelajaran sosial bagi generasi muda.

Saefuloh mewakili LAZ PERSIS mengapresiasi langkah SDIT Rabbani yang menjadikan kegiatan berbagi sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Kami mengapresiasi SDIT Rabbani yang tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk memahami pentingnya berbagi, tetapi juga memberikan ruang kepada mereka untuk mempraktikkannya. Ini adalah pendidikan kepedulian yang sangat berharga,” ungkap Kang Saefuloh.

Ia menambahkan bahwa donasi yang diserahkan melalui LAZ PERSIS akan menjadi amanah untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di NTT.

Bagi kami, setiap donasi bukan hanya soal nominal. Di baliknya ada kepedulian, kepercayaan, dan doa dari para siswa, guru, serta orang tua. LAZ PERSIS berkomitmen menjaga amanah tersebut agar dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di NTT,” tegasnya.

Kegiatan di SDIT Rabbani memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui pengalaman sederhana. Mendongeng memberikan pemahaman, sedangkan donasi memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mempraktikkan nilai yang telah mereka pelajari.

Dari sini, berbagi tidak lagi dipahami sekadar sebagai aktivitas memberikan uang atau barang. Lebih jauh, anak-anak belajar mengenali bahwa di luar lingkungan mereka terdapat saudara-saudara yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Kolaborasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan LAZ PERSIS pun menjadi bagian penting dalam membangun budaya kepedulian. Sebab, jiwa dermawan tidak tumbuh dalam satu hari. Ia ditanam melalui keteladanan, dibiasakan melalui tindakan, dan dikuatkan melalui pengalaman.

Melalui sebuah dongeng, anak-anak belajar tentang kepedulian. Dari sebuah donasi, mereka belajar bahwa kebaikan dapat diwujudkan. Dan dari keduanya, mereka belajar menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Bagi yang hendak menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara kita yang terdampak musibah di NTT, bisa langsung ditunaikan melalui link ini: Peduli Flores - NTT

Bagi yang hendak menunaikan zakat, bisa langsung ditunaikan di sini: Bayar Zakat


Baca Juga:

MI Yanuri Salurkan Dana Kemanusiaan untuk NTT melalui LAZ PERSIS

Ajarkan Kepedulian Sejak Dini, SD Hikmah Teladan Salurkan Dana Kemanusiaan untuk ‎NTT melalui LAZ PERSIS

LAZ PERSIS Kembali Raih Opini WTP, Teguhkan 16 Tahun Konsistensi ‎Tata Kelola Keuangan