Senin, (20/04/2026) SUKABUMI - Sebuah langkah nyata kembali ditorehkan dalam upaya membangun kemandirian ekonomi pesantren. Pada Senin (20/04/2026), Santri Mart resmi dibuka di lingkungan Pesantren Persatuan Islam (PPI) No. 168 Al-Ghifari, yang berlokasi di Jl. Selabintana KM. 6,7, Sudajaya Girang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Lebih dari sekadar peresmian sebuah unit usaha, kehadiran Santri Mart menjadi simbol harapan baru, yakni bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara LAZ PERSIS dan CT Arsa Foundation, yang dirancang untuk membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan pesantren. Di sinilah para santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan nilai-nilai bisnis syariah dalam kehidupan nyata.
Dalam sambutannya, Pimpinan PPI 168 Al-Ghifari, H. Aan Suryana, S.Ag., M.M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran Santri Mart merupakan jawaban atas tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, santri hari ini tidak cukup hanya dibekali dengan pemahaman agama (tafakkuh fiddin), tetapi juga harus memiliki keterampilan hidup (life skill) yang kuat, khususnya di bidang ekonomi.
“Santri harus siap menghadapi realitas kehidupan. Melalui Santri Mart, mereka belajar langsung tentang kejujuran, manajemen, dan tanggung jawab. Ini adalah pendidikan yang tidak hanya diajarkan, tetapi dialami,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur ZISWAF CT Arsa, Dr. H. M. Wahib, MH., M.Si., menyoroti pentingnya pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif.
Baginya, kehadiran CT Arsa dalam program ini bukan sekadar kolaborasi, melainkan bagian dari komitmen untuk mendorong inklusi ekonomi berbasis pesantren. Dana umat tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga diinvestasikan dalam program yang mampu menciptakan keberlanjutan dan kemandirian.
Direktur Utama LAZ PERSIS, Angga Nugraha, S.Kom.I., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari dakwah bil hal atau dakwah melalui aksi.
“Santri Mart ini bukan sekadar toko. Ini adalah model pemberdayaan yang akan terus kami kembangkan. Kita ingin menghadirkan manfaat nyata, tidak hanya untuk pesantren, tetapi juga untuk masyarakat sekitar,” jelasnya.
Kang Angga juga menambahkan bahwa program ini akan menjadi model replikasi untuk pesantren-pesantren lainnya, sebagai bagian dari gerakan besar membangun ekonomi umat berbasis komunitas.
Kehadiran Santri Mart di PPI 168 Al-Ghifari bukan hanya tentang transaksi jual beli. Santri Mart merupakan ruang belajar, tempat tumbuhnya jiwa kewirausahaan, dan wadah pembentukan karakter santri yang mandiri.
Di balik etalase dan rak-rak komoditi, ada proses pendidikan yang berjalan, di antaranya mengajarkan nilai kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab. Dari sinilah diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berdiri tegak dalam kehidupan ekonomi.
Sinergi ini menjadi bukti bahwa ketika pendidikan, filantropi, dan komitmen bersatu, maka lahirlah gerakan nyata yang membawa perubahan. Dari pesantren, untuk umat menuju kemandirian yang berkelanjutan.
Yuk, dukung terus gerakan bantu sesama di link ini: Infak Bantu Sesama
Bagi yang belum menunaikan zakat, bisa langsung ditunaikan di sini: Link Bayar Zakat
Baca Juga:
Ibadah Qurban: Lebih dari Sekadar Menyembelih
Panduan Sempurna Memilih Hewan Qurban: Berikan yang Terbaik untuk Ibadah yang Mulia
Paket Sembako Ramadhan LAZ PERSIS Menembus Pelosok Mentawai
Penulis: Hafidz Fuad Halimi
Tags:
lazpersis
pemberdayaan
santri
entrepreneur