Selasa, (17/02/2025) KOTA BANDUNG - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) menyelenggarakan kegiatan Dauroh Perzakatan sebagai panduan dan penguatan aktivitas pengelolaan zakat di lingkungan jamiyah PERSIS. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor PP PERSIS, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 2 Bandung dan diikuti oleh peserta dari unsur Bidang Perzakatan PERSIS tingkat Provinsi serta Kota/Kabupaten, juga utusan Kantor Layanan LAZ PERSIS tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten.
Dauroh ini bertujuan menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat implementasi perzakatan melalui sosialisasi regulasi zakat, penyampaian edaran resmi perzakatan PP PERSIS, serta penjelasan teknis pengelolaan zakat di lingkungan jamiyah. Forum ini menjadi ruang konsolidasi agar pengelolaan zakat berjalan selaras, patuh syariah, sesuai regulasi, dan berdampak nyata bagi kemaslahatan umat.
Ketua PP PERSIS Bidang Maliyah dan Ijtimaiyah, H. Aay M. Furkon, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan tata kelola perzakatan merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi dalam melayani dan memberdayakan umat.
Ustadz Aay menyampaikan, “Dauroh perzakatan ini bukan hanya forum sosialisasi, tetapi juga ikhtiar menyatukan langkah agar pengelolaan zakat di lingkungan Persatuan Islam berjalan tertib, amanah, dan berdampak luas. Potensi zakat sangat besar, dan harus dikelola dengan sistem yang rapi dan terarah.”
Sesi utama kebijakan dan pedoman perzakatan PP PERSIS disampaikan oleh Dr. Latif Awaludin selaku Bidang Garapan Perzakatan PP PERSIS. Ustadz Latief menekankan pentingnya standar dan pedoman bersama agar praktik perzakatan di seluruh tingkatan organisasi memiliki acuan yang sama.
Menurutnya, “Pedoman dan edaran perzakatan PP PERSIS menjadi rujukan operasional agar tidak terjadi perbedaan praktik di lapangan. Keseragaman standar akan menjaga kepatuhan syariah, ketertiban regulasi, dan meningkatkan kepercayaan umat terhadap pengelolaan zakat.”
Sementara itu, Direktur Utama LAZ PERSIS, Angga Nugraha, S.Kom.I, memaparkan isu serta perkembangan pengelolaan zakat kontemporer, termasuk tantangan digitalisasi, transparansi, dan tuntutan profesionalitas lembaga. Kang Angga menjelaskan, “Ekosistem zakat saat ini berkembang cepat. Kita perlu memperkuat sistem, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas SDM amil. Dengan tata kelola yang profesional dan transparan, zakat tidak hanya terhimpun optimal, tetapi juga memberi dampak sosial yang terukur.”

Dengan keterlibatan peserta dari unsur perzakatan provinsi hingga kabupaten/kota serta jaringan kantor layanan, Dauroh Perzakatan ini diharapkan menjadi titik penguatan sinergi nasional dalam pengelolaan zakat jamiyah yang lebih terkoordinasi, akuntabel, dan semakin efektif dalam menjawab kebutuhan umat.
Yuk, dukung terus gerakan zakat dengan menitipkan zakat melalui LAZ PERSIS di link ini: Link Bayar Zakat
Dukung juga program bantu sesama di Bulan Ramadan melalui link ini: Bantu Sesama di Bulan Ramadan
Baca Juga:
Beratnya Menjaga Kesabaran di Tengah Ujian Hidup Sehari-Hari
Ekosistem Program Pendidikan LAZ PERSIS: Inklusif, Berdampak, dan Berkelanjutan
Rahasia Penyandingan Salat dan Zakat dalam Al-Qur’an
Penulis: Hafidz Fuad Halimi
Tags:
ramadhan
lazpersis
persis
zakat
dauroh